Saya membeli buku ini pada akhir desember 07, setelah sekian lama survey dari sekian banyak buku yang ditulis tentang beliau, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada autobiografi oleh ibu Wati ini. Meski baru mulai start baca seminggu sebelum beliau berpulang, buku ini telah memberi saya banyak masukan terutama pengetahuan mengenai hal-hal yang terjadi di awal orde baru, bagaimana kisah terbentuknya yayasan-yayasan Pak Harto, serta cita-cita luhur yang dijadikan landasan kegiatan amalnya, sebelum akhirnya mendapat penilaian yang negatif dan berada dalam kondisi seperti sekarang ini ( koran KR edisi kemarin memberitakan, bahwa tersangka kasus seputar yayasan Pak Harto akan “dilimpahkan” pada putra-putri beliau sebagai ahli warisnya), serta pencerminan kearifan Pak Harto dalam menempuh hari-hari setelah kekuasaanya berakhir. Bila dibandingkan dengan biografi Presiden Soekarno yang dirangkum oleh Cindy Adams, menurut saya, buku ini memang kurang menampilkan pola pikir maupun cara pandang Pak Harto semasa beliau hidup. Saya memaklumi bahwa kondisi Pak Harto saat dimulainya pengumpulan informasi oleh “author” sudah sangat menurun, terutama kondisi kesehatan secara fisik maupun psikis (thanks to dr.Laras yang telah “being very kind” menjelaskan beberapa istilah kesehatan yang tertulis didalam buku ini mengenai penyakit yang diderita Pak Harto). Kehidupan dan latar belakang beliau secara jelas ditunjukkan, sehingga kesuksesan hasil pembangunan sampai dengan pertengahan masa Orba telah dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama keberhasilan dalam mencapai swasembada beras, program KB, maupun kemampuan pemerintah dalam mengatasi inflasi di saat akhir Orde Lama. Dua topik yang saya rasa terlewatkan, atau mungkin sengaja oleh penulis tidak dicantumkan dalam buku ini adalah masalah Timor Timur dan peran serta Bu Tien. Hanya sedikit sekali topik mengenai bekas propinsi termuda ini diulas, apalagi bila dibandingkan dengan bahasan bidang ekonomi dan yayasan-yayasan Soeharto; itupun lebih cenderung dihubungkan sebagai “prestasi” dari mantan presiden Habibie. Cerita tentang Bu Tien juga hanya tersebar merata dalam beberapa bab buku ini, tanpa ada tulisan khusus membahas peran penting ibu negara yang telah mendukung Pak Harto dengan setia selama hidupnya. Mungkinkah bu Wati menganggap kedua topik ini kurang penting, ataukah memang tidak sengaja terlewatkan, atau barangkali karena keterbatasan Pak Harto dalam menceritakan kembali masa-masa tersebut, yang terpenting bagi saya, buku ini telah membantu dalam memahami bagaimana seorang anak desa, tumbuh menjadi remaja yang kemudian berhasil menjadi penguasa terlama sejak Indonesia merdeka, sampai pada akhirnya mengakhiri kejayaanya secara tragis, namun beliau tetap dapat menerimanya dengan penuh “legowo”. Mengutip pesan yang disampaikan dosen bahasa Jepang saya, sesaat sebelum saya pamitan untuk kembali ke tanah air, “hal baik yang telah kamu dapat disini, sampaikanlah dan kabarkanlah kepada rekan-rekan dan masyarakat (Indonesia) disana; namun hal buruk yang kamu dapat, cukuplah kamu ketahui untuk dirimu sendiri” (Kinoshita Tetsuo, Mar 2006), jadi apapun pandangan anda terhadap Pak Harto, marilah kita sejenak berdoa untuk ketenangan arwah beliau, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt. Amiiiiin.
Friday, February 15, 2008
a morning ...
rutinitas pagi, diawali bangun pagi, boil the water, matikan lampu mess, rapikan tempat tidur n kamar beserta isinya yang pastinya berantakan apalagi klo malamnya pulang rada telat, hehehehe ... pagi ini, sambil nyemir sepatu PDL n nunggu kopi rada dingin, “we talk about today’s plan”. Seperti biasa, kegiatan setelah apel pagi hari rabu-kamis adalah kurve, kurve, n kurve, jadi ya ga usah mandi dulu juga gpp, toh nanti juga keringetan, n pasti mandi lagi, makanya mendukung program pemerintah untuk penghematan di segala bidang, n save the ecology, hehehe. Then as usual, sebelum go to office, sarapan dulu di kantin koperasi. Ibu yang jualan pasti dah hapal klo ada 2 perwira baru yang datang sekitar jam 9an dengan tampang kelaparan, pasti pesannya ga jauh-jauh dari pecel, nasi urap, plus “our favourite”, peyek udang n air jeruk anget. And as usual too, seperti sering terjadi di pagi-pagi lainnya, ada saja senior yang berbaik hati mentraktir sarapan kami, terima kasih Bang!.
Thursday, January 19, 2006
Fujikyuu Higland
singkat cerita, setelah 3jam perjalanan dengan kereta, akhirnya kita sampai, dan sesuai dugaan, ga ada pengunjung !!! perlu diketahui, Fujikyuu Highland ini adalah taman bermain semacam Dufan, jadi ada macam2 atraksi khas, seperti jet coaster tertinggi dan terpanjang di dunia, Fujiyama; coaster tercepat didunia, Dodonpa(see pic); dan macam2 lainnya deh ... di musim panas, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang dalam sehari, n baut naik satu atraksi saja, bisa2 ngantri sampai 3-4 jam!!
nah, tujuan pertama kita adalah Fujiyama, jet coaster dengan puncak tertingginya 80 m .. asli serem, apalagi pas naik tanjakan pertama, wuihhh, lama banget (plus ngeri lagi) dan, memang bener, pas kereta mulai meluncur, asli ngeri ... klo sama yg di Dufan sih ngga ada apa2nya, hehehe ... lama permainan sekitar 8 menit, dengan panjang track sekitar 2100 m.
tapi, setelah itu hujan (plus salju) turun ... terpaksa deh, niat buat menaklukan Dodonpa diundur, kita ke Gundam Ride, trus rumah hantu (total route 700 m) yg katanya serem, tapi kami malah keluar sambil cekakak-cekikikan ... habis makan siang, hujan ndak kunjung reda ... mampir dulu di bianglala, n main tembak2an laser .. sekitar jam setengah 3, hujan reda. kamipun langsung menuju Dodonpa, namun pengunjung yg lainya jgua berpikiran sama. jadi deh, harus ngantri 2jam-an buat naik atraksi yg cuman makan waktu kurang dari semenit (hehehe, gimana ngga, lha wong tuh kereta dalam waktu 5 detik "dilempar" sehingga mencapai kecepatan 175km/h) jadi inget pas naik F-15 dulu, heheheh, mirip2 sih, cuman kali ini kita ngga pakai helm, n bukan di kokpit, shg rada kerasa perih jg dimata.
kesan dari Fujikyuu Highland:PUAS!!! n atraksinya menantang ... sayang banget, jet coaster barunya masih akan selesai musim panas tahun ini, (padahal akhir maret dah harus balik ke Indonesia). pingin ke sana lagih ... hmmm, pokoknya yg ada kesempatan main ke jepun, n maniak ama jet coaster, wajib deh ke sini .. dijamin ketagihan
Tuesday, January 10, 2006
Kyoto Journey
Happy New Year !!
akhirnya, setelah menanti selama hampir 5 tahun, datang juga kesempatan buat jalan2 ke Kyoto. sebenarnya, jalan2 ini sejadinya mau dilaksanakan setelah acara ski, namun kok waktunya mepet, jadinya yah, apa boleh buat ... orang jepang pada ngrayain Christmas, saya n Isa, dengan biaya yg mepet, nyempat2in ke kyoto(plus osaka n nagoya)
24 desember
start dari shibuya, dengan 18 kippu, menuju sasaran pertama nagoya ... karena gempa dan salju, keberangkatan kereta sempat tertunda selama sejam, namun apa boleh buat, namanya juga pingin murah, setiap kereta yg ada dinaiki, asalkan bisa secepatnya sampai di Nagoya. tiba di Nagoya, langsunglah menuju istana, foto2, muter2 dikit, n balik lagi ke stasiun buat ngejar kereta ke Osaka ... namun kali ini pun, salju menghambat perjalanan. kami tiba di Osaka sekitar jam 9 malam, dimana hampir semua toko dah hampir tutup, yah ... terpaksa deh ...
25 desember
perkiraan bahwa Kyoto akan sepi karena Christmas, ternyata salah ... stasiun bis tetap penuh penumpang, dan orang2 berjubel antri didepan loket masuk kuil. rute yg diambil: sta.Kyoto-Kiyomizu Tera-Gion(daerah geisha)-Ginkakuji-Kinkakuji. selama muter Kyoto, memang puas dgn pemandangan n foto2, but sayangnya ngga ketemu maiko seorang pun, hiks ... jam 7 malam, suhu udara sekitar 4 C, perjalanan pulang dimulai.
26 desember
kereta ekspress seharga 510 yen tiba di yokohama jam 4 pagi n terpaksa harus menunggu selama sejam agar bisa naik kereta jurusan yokosuka. ....tidur.... bangun sekitar sore, persiapan berangkat ski, walah..
Thursday, December 15, 2005
Desember 2005
masuk bulan Desember ini, di akademi dah gila2an dinginnya ... bahkan 2 hari lalu, sempat turun salju, meski ngga sampai numpuk ... tapi itu khan aneh, lah wong akademinya berada dibagian sisi timur jepang, yg notabene bisa dibilang "hangat" bila dibanding ama daerah yg berbatasan langsung dgn laut jepang, hmmm, brrrrr ...
memang ngga heran sih, gunung Fuji juga dah bersalju sejak awal bulan November lalu(the pic was taken from my room, 3rd floor), tapi kok yah skr jadi dingin banget kayak gini .. mo lari2 bisa bikin sesakh napas, but klo ngga lari, nih lipid bisa2 ngga terkontrol nanti ...
just can't wait for winter vacation ... nagano, i'm coming
Thursday, October 27, 2005
notting hill vs beverly hills

kali ini yg ditonton adalah notting hill, dibintangi Julia Roberts as Anna Scott, dan Hugh Grant as William Tucker (baru nyadar klo yg namanya julia roberts tuh cakep n ga bosenin buat dipandang, huehehehehe)...
Anna Scott adalah seorang aktris top Hollywood yg jatuh cinta kepada William Tucker, seorang pemilik toko buku yg tinggal di Notting Hill, England. kisah cinta mereka begitu unik, karena latar belakang sosial keduanya yg sangat berbeda, dan mungkin bisa dibilang unusual n funny enough. waktu berjalan, anna sempat 2 kali melukai hati tucker, sehingga akhirnya mereka putus.
namun, anna akhirnya menyadari ke-egois-annya selama ini, lebih2 karena dia adalah seorang aktris top. puncak cerita, anna "nembak" tucker, n tentu saja lah, tucker menolaknya (guoblok banget yah, ditembak ce secantik julia robert kok ditolak). dalam kata perpisahannya dengan Tucker, Anna mengatakan "....., i'm just a girl, stand in front a man, and asked him to love her" gosh, that's really romantic for me ..
film ini bisa dikategorikan love drama, yg cukup menyentuh, meski bukan tipe penonton yg suka romantic movie, karena didukung dengan OST yg mantebh2 dah .. kebetulan saya punya OST mp3 nya dulu sbl nonton film ini, asli bagus banget loh ... masuk daftar "must see" dah ... heehehe, apalagi saya belum nulis akhir ceritanya khan?
klo mau yg ga terlalu romantis n rada2 funny, bisa mulai dengan "love actually", cukup bagus juga kok ...
Thursday, October 20, 2005
DVD review: gothika

pada malam yg sama, ditengah perjalanan menuju rumahnya, Dr.Miranda hampir menabrak seorang gadis yg tiba2 muncul ditengah jalan shg terpaksa banting kemudi, sehingga mobilnya ringsek menabrak bahu jalan.dengan penuh keheranan, Dr.Miranda menghampiri sang gadis, dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat wajah sang gadis penuh dengan darah.nalurinya sebagai seorang dokter, ia kemudian menawarkan bantuan untuk mengobati si gadis, namun tiba2 gadis tersebut berteriak, kemudian dengan kedua tangannya memegang kepala Dr.Miranda, dan kemudian dari sekujur tubuh sang gadis muncul kobaran api, yg juga menjalar kepada Miranda, lalu tiba2 dunia menjadi gelap.
setelah siuman, Miranda kemudian menyadari bahwa kini ia berada di salah satu ruangan pasien Rumah Sakit kejiwaan milik suaminya, tempat dimana ia bekerja, dan lebih tepatnya lagi, di sebelah kamar Chloe.selidik punya selidik, ternyata Miranda tertangkap basah telah menghabisi suaminya, Dr.Doug, pada malam setelah ia mewawancarai Chloe. namun, bagaimana bisa? ia tidak bisa mengingat apapun selain perjalanan dengan mobilya. kemudian, melalui terapi yg dijalankan oleh Dr.Pete(Robert Downey,Jr), teman karib Miranda, dan "tukar pengalaman"nya dengan Chloe, Miranda kemudian mulai bisa merangkum potongan2 memori yg putus2 muncul dalam ingatannya.Ya, memang dia telah menghabisi suaminya dengan sebilah kapak, namun kenapa?
melalui kepandaianya dalam analisa, dan cerita2 Chloe ttg setan yg menghampirinya, (dan Miranda juga) Miranda kemudian percaya bahwa dia telah dirasuki roh Rachel, seorang gadis yg mati terbunuh, gadis yg sama yg ia temui ditengah perjalanan malam itu. singkat cerita, misteri terbunuhnya Rachel, dan juga beberapa gadis2 lain bisa terungkap berkat "kerja keras" Miranda mencari bukti2 bahwa ia tidak gila, dan memang Rachellah yg telah merasukinya.(Rachel dibunuh oleh Dr.Doug dan temannya, sehingga bisa disimpulkan arwah Rachel ingin balas dendam kepada 2 orang tersebut).
film ini termasuk thriller dan semi horror, dan bisa diacungi jempol atas suspense yg timbul dalam durasi 100 menit ini. hanya saja, kesan misteri tiba2 terasa berkurang saat Miranda telah mengingat semua kejadian malam itu, sehingga saya lsg bisa menebak siapa pembunuh Rachel yg lainnya. mungkin sang sutradara ingin menampilkan cerita ini lebih panjang lagi, namun menurut saya, bisa2 ceritanya menjadi semi detektif gitu ... yah, begini saja deh, quite good enough.
hanya saja, pada akhir cerita, saya masih belum habis pikir, kenapa Rachel merasuki Chloe, sehingga Chloe membunuh ayah tirinya? padahal, sang ayah tiri bukanlah pembunuh Rachel. apakah anda bisa menjawab pertanyaan ini untuk saya?
Tuesday, October 11, 2005
book review : memoirs of a geisha

sebagai info tambahan, sudah diproduksi film berdasarkan novel ini, klo ndak salah, judulnya tetep. bintang utamanya Zhang Sui I(Lovers, Hero) sebagai Sayuri; Ken Watanabe(the last samurai, batman begins) as Chairman; n Michelle Yeoh as Mameha ... sedikit aneh juga sih, kok aktrisnya kebanyakan ngambil dari Chinese yah? padahal ce2 Jepang juga ga kalah cute-nya kok, hmm, tapi mungkin yg punya kemampuan akting sesuai selera produser cuman mereka2 yg dah prof itu kali yah. anyway, just can't wait to see the movie ver ...