Monday, February 08, 2021

pembaharuan

setelah kesedihan mendalam terjadi amat sangat di dua bulan lampau, Alhamdulillah sudah mulai sedikit banyak bisa bangkit dari keterpurukan. alhamdulillah, Allah masih memberikan hidayahnya di tengah ujian (klo boleh menolak istilah hukuman) ini .. memberi kami kekuatan untuk terus yakin, bahwa akan ada ending yang baik setelah ini.

adapun saya, merasakan kehilangan yang amat sangat, meski sebenarnya sudah pernah diwanti-wanti, bahwa apapun yang kita dapat di dunia ini, janganlah pernah merasa memiliki, bikos semuanya, konon, hanya titipan. saya pernah menulis hal serupa di IG, tentu saja dengan sudut pandang mental saya saat itu. semoga saja mental yang masih yakin dengan takdir indah-Nya

saya pun kembali pada pola yang dulu, kehilangan berat badan secara tidak sehat .. saking beratnya masalah ini bagi saya, serupa dengan pola saat fase awal penyembuhan pasca operasi patah kaki, berat badan saya "hilang". sudah dengan susah payah menerapkan pola hidup sehat serta menjaga nutrisi yang masuk tubuh dengan benar saat sekolah di Jepang, kembali dihantam masalah sehingga bobot tubuh terus turun. kembali, semoga hal ini menjadi reminder, untuk tidak goyah dalam berikhtiar.

bismillah, happy ending

Tuesday, November 24, 2020

islami secara moderat


 sudah sekian cawu, bacaan saya hanya berkisar antara layar hape, leptop dan sangat jarang (sekali) cuplikan koran atau majalah. buku ini sengaja saya paksakan untuk beli, sebelum berangkat ke Jepang, dengan harapan bisa selesai dibaca sembari mencoba menyelami pola pikir pak Shihab, yang katanya orang dekat saya, begini dan begitu.

alhamdulillah, meski sedikit meleset dari target waktu, akhirnya selesai juga sampai lembar terakhir (dan konon, karena sudah ditunggu antrian berikutnya), hehehehe.

jujur, lembar-lembar awal buku ini cukup menggelitik untuk terus dibaca, karena konsep awal Wasathiyyah sebenarnya mudah, apalagi dengan dasar ajaran P4 jaman baheula, niscaya tidak ada yang bertentangan. tapi semakin ke tengah, ketika ditarik lebih mendalam secara keilmuan Islam, saya pun agak "jengah" untuk terus lanjut atau stop saja. sembari diimbangi dengan tune channel yutub maupun podkes pak Shihab, sedikit banyak sudah membantu untuk kembali menghimpun niat menyelesaikan buku ini. bahasan paling menarik bagi saya ketika sudah berpindah pada bab "Mengapa Wasathiyyah?". lebih aplikatif, khususnya saya yang baru belajar konsep ini. bagian penutup, sangat mendidik, beliau menyimpulkan (dengan memperhatikan kondisi kekinian sepertinya) bahwa Wasathiyyah adalah sistem yang menuntut pemahaman agama dan pengamalannya, dan menuntut pengamalnya agar menjauhi ekstremisme terhadap diri dan pihak lain, sebagaimana menuntutnya juga menghindari sikap penggampangan dalam segala bidang kehidupan. [p187]

bismillah

Saturday, September 26, 2020

tatanan baru

 alhamdulillah,

setelah dag-dig-dug menanti skenario apalagi yang akan datang dari-Nya, akhirnya sudah semakin mendekati bagian yang diinginkan. memang benar sih, keinginan kita selalu dikabulkan saat kita siap, menurut-Nya lho ya.

tidak terlalu banyak drama, meskipun lumayan merubah beberapa rencana awal saat menjelang keberangkatan, hingga akhirnya bisa melangkah keluar dari imigrasi bandara Haneda. masih ada waktu seminggu lebih untuk benar-benar bersiap menuju tantangan yang selama ini dinantikan .. tapi apa benar, sekarang hal itu yang menjadi tantangan?

sudah ada beberapa hal yang sebenarnya agak jauh sih, tapi mulai mengusik pikir. tapi, sesuai keyakinan saja, berdoa, minta dan bersyukur agar selalu siap menerimanya.

bismillah,

akhir taifu no 10 thn C-19, Meguro

Thursday, July 02, 2020

Akui Saja

jika menurut skenario saya yang tanpa C-19, mungkin saat ini saya sudah akan lebih sombong dari sebelum bulan Maret 2020. ada sedikit even besar yang beritanya sudah gegap gempita di seantero kantor saya bekerja (maupun kantor istri, sepertinya). namun qodarullah, C-19 muncul memporak-porandakan tatanan dunia, termasuk even saya yang sejujurnya, pernah dalam hati kecil ini mengeluhkan, ibarat ungkapan "diwenehi ati, nggrogoh rempelo". aih, masih kurang bersyukur ya

dan ketika muncul skenario B, saya malah lebih skeptis. meski sudah banyak analisa dan perhitungan para ahli tentang prediksi akhir pandemi ini, saya lebih yakin pada "bisikan" itu. dan benar saja, akhir minggu lalu, hal itu seperti "keyakinan dari keraguan" saya pada akhirnya, terealisasi. kegalauan juga sempat timbul, akankah saya banting setir, menyerah dengan menceburkan diri ke kubangan yang selama ini paling saya hindari (karena "mudharat"nya) ketimbang menunggu kolam sebelah dibuka lagi.

tapi hidup memang seperti roda sepeda yang selalu berputar, asal kita mau mengayuhnya. saya sendiri tidak ingin menjustifikasi, bahwa saat ini sedang berada di bawah .. lha wong orang2 lainnya sudah mengeluh duluan, hehehe. sesuai prinsip yang sering saya jargonkan, saya tidak mau sama dengan orang lain .. jika ada kesempatan untuk menunjukkan perbedaan, asalkan masih sejalan, why not?! dan bisikan2 itu muncul kembali, salah beberapanya yaitu, dibangunkan saat sedang enak2nya merem, then you know lah. kesempatan beberapa kali bisa sahur juga harus disyukuri, termasuk bonus waktu tidak sibuk setelah sang mentari tenggelam. celah itu ada, meski beberapa waktu lalu sempat tak terlihat karena load pekerjaan di akhir tahun ajaran.

sik .. sik .. dibanding tahun lalu, juga tidak terlalu parah kok sibuknya .. saya lebih yakin, ada campur tanganNya yang memudahkan semua bahan terkumpul, serta melambatkan waktu sehingga saya bisa lebih cepat untuk beristirahat. terlepas ada beberapa kali senam jantung saat pengujian hasil kerja tersebut, namun alhamdulillah, bisa terlewati dengan tenang.

balik ke laptop, tugas sudah menanti di semester baru ini. load dari dinas sudah dikurangi, meski dalam hati agak berharap cemas karena diatas kertas sudah pasti mengurangi income, tapi mungkin ini jalanNya, seperti biasanya. tetap berikhtiar, jalani dengan sabar (baca : syukur), terima saja.

bismillah

Thursday, March 05, 2020

Perang Bathin

akhirnya "mblandang" masuk bulan Maret juga, tanpa seberkas tulisan pun berhasil di-up. memang sudah niat beberapa kali untuk sekedar menuangkan suara hati yang selama ini hanya bisa didengarNya dan saya, hehehe. tapi memang, terkadang sudah ada niatan "nulis", tapi endingnya cukup berakhir di FB (kadang juga nyangkut di IG) karena dirasa perlu untuk ditanggapi oleh para netijen follower, halah.

hari ini, mungkin bukan hari yang baik buat saya, bahkan jika ngikut prinsip, hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, jelas saya masuk kategori orang yang dilaknat, naudzubillah.. load kerjaan, as usual, masih panjang dalam antrian, yang akhirnya, seiring dengan waktu, semakin ahli untuk memilah, bahwa itu sebenarnya bukan kerjaan saya, dan ada bagian "rejeki" orang lain guna mendapat nilai pahala dari kerjaan itu, hihihi.

tersadar, doa tahun lalu terjawab tahun ini .. saya ingin merasakan "tidak disibukkan" menjadi juri dalam ajang paparan tugas akhir. klo tidak salah ingat, tahun lalu hampir separuh dari naskah prodi petir saya bubuhi tanda tangan sebagai penguji (bangga?? IYESS). tahun ini (besok tepatnya), saya kebagian seper-tujuh-nya. apakah performa menurun? atau tahun lalu saya terlalu "evil" ? saya cenderung memilih menjawab pertama dengan IYA DEH, kebetulan minggu ini bersamaan dengan event yang digelar oleh kantor saya .. klo pertanyaan kedua, sepertinya IYA juga, seperti yang disampaikan beberapa reviewer (dan juga korban)

akhir bulan depan, rencana cuti sekalian persiapan untuk sekolah, malah diplot untuk jadi pasukan beladiri membawa nama kantor di ajang nasional .. seperti biasa, diharapkan membawa prestasi .. dan seperti ini yang bikin engap, ekspektasi tinggi, perlakuan standar .. IYA deh.

bismillah, cari berkah, biar halal semua.

Monday, December 16, 2019

resmi pelari

termasuk kategori #latepost tapi dirasa perlu untuk ditulis, hehehe

tengah Juli, pasca operasi lepas pen, sempat agak ragu apakah bisa segera pulih, mengingat "sakitnya saat itu tuh disini", sambil berhitung waktu hingga akhir tahun, dimana ada event besar yang juga menanti. tapi alhamdulillah .. dengan status nekat, daftar ballout di Bormar 2019, tengah Agustus sudah dapat notif klo masuk entry, DEAL, bayar.
namun apalah daya, kaki tak kunjung kebagian percaya diri. beberapa nyeri yang sering berpindah lokasi, sempat memukul mundur kemauan untuk terus berlatih. belum lagi, jadwal di sekitar D-day yang juga meragukan, hmmm.
setelah mengatur strategi sedemikian rupa, akhirnya diputuskan untuk pakai skenario nekat. mimpi awalnya, weekend tidak pulang, Sabtu ambil racepack sekalian nginap di area Magelang, besoknya race, lanjut balik Yogya, tentunya nyetir sendiri. namun endingnya, Kamis siang ambil racepack, langsung balik Yk, malamnya pulang Bandung. Jumat istirahat, Sabtu as usual, anter jemput yang les, kok kebetulan bundanya juga ada kegiatan di kantor, jadilah makin memperkuat alasan, hehehe. Sabtu sore naik kereta, berharap bisa merem di gerbong eksekutif, dengan estimasi tengah malam sudah nyampe mess.
alhamdulillah, kereta as scheduled, tapi ya ga jadi istirahat juga. setengah 1 pagi tiba di mess, sesuai rencana, berkemas sambil ganti kostum, apa daya badan merasa gemetar, apalagi klo bukan karena kurang istirahat. kembali order gojek ke titik kumpul amplaz, masih berharap bisa merem sepanjang perjalanan ke Borobudur. . . . dan mustahil, wkwkwkwk .. bis baru berangkat 02.30, sampai di dropping area pas adzan shubuh, dan belum tidur sejak berangkat dari Bandung kemarin sore.
06.10, start kategori 10K .. oke, this is not my best start preparation, but at least I tried. race predictor garmin bilang, 55minutes hehehehe .. cheer di pinggir jalan mengingatkan memori Shizuoka Marathon, but not the weather .. alhamdulillah, meski kata orang sumuk, dengan kondisi badan setengah fly (semalam udah gemeteran n agak demam juga, sepertinya) niat diucapkan sepenuh hati, FINISH strong. beberapa kali UP teaser foto di WA, ada juga semangat dari pak polisi di seberang pulau, terimakasih bang.
rute naik turun sempat menghantam mental, namun target utama adalah tanpa cedera, under COT. pacer 60m sudah hahahihi melewati, monggo .. tapi ketika pacer 70m semakin mendekat, okay, it's my time. 500m menjelang finish, kaki kasih alarm bahwa harus turunin pace, no problem .. ternyata eh ternyata, saya disalip podium FM, hehehe. terima ugo rampe finisher, eh kaosnya mana?? selidik2, ternyata buat FM course saja, iyaaaa okelah

alhamdulillah, finish, under COT, no cedera .. meski sempat ngantri untuk stretching di bilik salonpas dan gagal bobo' nyenyak hingga H+2, setidaknya motivasi untuk challenge tahun depan (dan depannya lagi insyaallah) buat FM lagi, hehehe.
bismillah

Tuesday, July 30, 2019

secercah itu muncul

hanya bisa bersyukur, ketika kembali tersadar atas nikmat-Nya

sudah sejak lama sebenarnya, keengganan ini muncul dalam hati. bahkan dalam beberapa kesempatan, lisan ini sempat berucap dengan penuh kesungguhan. dan mungkin itu yang menjadi doa . . doa yang kemudian menimbulkan secercah harapan, hehehe. skenario telah berputar sesuai rencana-Nya. beberapa kali saya "akhirnya" menyadari hal ini, semua memang terjadi pada waktunya. bertubi-tubi ujian yang sudah datang sesuai kronologis waktu, memang sudah akan menempa diri ini menjadi pribadi yang semakin siap menerima rejeki-Nya.

Alhamdulillah

memang sih, masih ada beberapa hambatan kecil yang berpotensi membesar jika dibiarkan. tapi ya, kan masih ada Allah . . masih ada waktu, dan yang penting, yakinnya tetap supaya istiqomah dengan ketentuannya, karena itulah yang terbaik untuk diri ini. 

Friday, March 15, 2019

ketika tersadar bahwa ALLAH telah mengabulkan doamu ...

sudah banyak yang terjadi sejak saya telah berkumpul lagi dengan keluarga kecil di tanah pasundan .. sombong sedikit, bisa mengklaim hal itu adalah ujian. tapi jika mau flashback sedikit, bisa juga dikategorikan sebagai hukuman, atas kelalaian saya selama ini .. iya, sudah sekian lamanya lalai.

lalai apa mas?
sudah, gak perlu dibahas, sudah ditutup sama Allah, begitu katanya.

memang, setelah 2 tahun terpisah, keluarga saya akhirnya berkumpul utuh . . selama 2 bulan .. 4 bulan berikutnya, istri yang terpaksa meninggalkan kami karena sekolah. tak dinyana, kebahagiaan yang dinanti tak berselang satu malam. setelah istri sekolah, giliran saya yang pergi .. bahkan kembali membawa kesedihan bagi keluarga. sedikit kesempurnaan itu diambil-Nya, cukup untuk menempa saya menjadi pribadi yang selama ini tidak pernah saya bayangkan.

berangsur kesehatan saya pulih, istri pun kembali harus berpisah dengan keluarga dalam jangka waktu yang cukup lama. babak baru LDR dimulai lagi, kali ini bertambah dengan cacat saya. belum selesai disitu, sebuah telpon di suatu siang menggetarkan hape saya, nomor baru tentunya. beliau di seberang sana menjelaskan rencananya untuk menarik saya bergabung bersama staffnya, memperkuat satuan lama, duluuuuu, yang pernah amat saya idamkan untuk mengabdi di sana. tapi itu dulu, sebelum saya berhadapan dengan realita lapangan saat itu, yang cukup kejam. ah, belum lagi konflik dalam keluarga saat ini. saya dan istri lalu mengajukan peninjauan ulang terkait penugasan istri, namun Allah masih memberi saya tembok tinggi yang tak dapat ditembus.

akhirnya, si sulung yang dikorbankan kemudian. menyusul si kecil, ketika waktu untuk pergi itu benar telah tiba. kami merantau di tiga tempat berbeda. iya, 3 dapur. alhamdulillah mertua masih sehat, sehingga anak-anak masih bisa terawat dengan kasih sayang mereka. akhir tahun, saya dan istri sepakat, keluarga haruslah berkumpul, semaksimal mungkin. berturut2, istri, si kecil dan disusul si sulung sudah dapat dikumpulkan kembali dalam rumah dinas kami.

3 hari lalu, sebuah telpon dari seorang rekan masuk. membahas rencana masa depan saya yang sedikit tertunda. adakah harapan itu muncul kembali?

manusia berencana, kehendak Allah lah sebaik-baiknya.