Saturday, October 25, 2008
2 minggu pertama di madiun
meski nggak sempat sampai culture shock lagi, tapi hidup di madiun, lebih tepatnya maospati, memang menjadi suatu hal baru yang cukup unik buat diceritakan ... apa dikata, kegiatan dikantor emang belum terlalu sibuk, tapi after 5 (apa after 3 aja ya?) yang jadi main event.
well, ...
madiun terkenal dengan pecelnya, lumayan lah bisa dapat sarapan kenyang plus minuman n parkir dengan duit 5 ribu rupiah saja .. madiun juga kota gadis, begitu tertulis dalam salah satu banner di depan pasar besar madiun, yang kemarin terbakar pas pada hari pilwlkot, skandalkah? madiun juga lebih gede dari probolinggo, meski terletak di jalur yang kalah strategis --> maksudnya, meski ada diantara solo dan surabaya, tapi kendaraan kebanyakan pilih bablas lewat karang menjangan daripada muter ke arah madiun-ponorogo-magetan.
oh iya, bikers di madiun, begitu gampangnya pencet klakson, jadi jangan kaget klo mau belok n meski udah kasih lampu reting, kamu tetap di tiiiiin.. ma motor belakangmu, meski dia ga banter-banter banget.
Sunday, September 28, 2008
hidup baru
kini,mulai lagi buat prepare hidup di kandang macan, katanya sih gitu ..
yah, paling gak, udah aman coz udah dapat kamar, meski harus sharing berdua dulu, n kudu ngatur anggaran buat ngisi kamar, coz emang cuman dapat kamar thok (gampangnya, cuma ruangan persegi yang rada luas, tanpa kasur, apalagi lemari, boro-boro ada tv, hiks)
kemarin, masih kumpul 38 orang yang katanya punya bakat usil .. naek bis, udah berkurang 4, karena emang mereka penduduk asli bandung, jadi boleh lah gak perlu repot2 ikut pindahan .. nyampe jogja, turun lagi 3.. di klaten, turun 1 lagi .. nyampe solo, 17 orang harus rela terpaksa turun, karena mereka memang harus turun disitu .. journey lanjut ke madiun .. 5 orang, termasuk aku, harus turun, karena SKEP kami emang disini .. sisanya, turun di terminal madiun, karena emang bisnya dicarter sampai situ aja .. bubar deh .. ga tau nih, kapan bisa ketemu mereka lagi .. hmmm,
Sunday, September 21, 2008
pasif . . .
aktivitas di blog ini,serasa mai suri ... memang kondisi nggak memungkinkan, karena selain di bandung buat nyari warnet yang bagus n murah emang rada sulit, juga masalah waktu yang entah kenapa sekarang jadi ga sebebas dulu lagi ...
tapi insyallah,setelah lebaran, jika emang dapat penempatan baru di jogja ... insya allah bisa aktif lagi.. thanks
Friday, February 15, 2008
Soeharto. life and legacy ...
Saya membeli buku ini pada akhir desember 07, setelah sekian lama survey dari sekian banyak buku yang ditulis tentang beliau, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada autobiografi oleh ibu Wati ini. Meski baru mulai start baca seminggu sebelum beliau berpulang, buku ini telah memberi saya banyak masukan terutama pengetahuan mengenai hal-hal yang terjadi di awal orde baru, bagaimana kisah terbentuknya yayasan-yayasan Pak Harto, serta cita-cita luhur yang dijadikan landasan kegiatan amalnya, sebelum akhirnya mendapat penilaian yang negatif dan berada dalam kondisi seperti sekarang ini ( koran KR edisi kemarin memberitakan, bahwa tersangka kasus seputar yayasan Pak Harto akan “dilimpahkan” pada putra-putri beliau sebagai ahli warisnya), serta pencerminan kearifan Pak Harto dalam menempuh hari-hari setelah kekuasaanya berakhir. Bila dibandingkan dengan biografi Presiden Soekarno yang dirangkum oleh Cindy Adams, menurut saya, buku ini memang kurang menampilkan pola pikir maupun cara pandang Pak Harto semasa beliau hidup. Saya memaklumi bahwa kondisi Pak Harto saat dimulainya pengumpulan informasi oleh “author” sudah sangat menurun, terutama kondisi kesehatan secara fisik maupun psikis (thanks to dr.Laras yang telah “being very kind” menjelaskan beberapa istilah kesehatan yang tertulis didalam buku ini mengenai penyakit yang diderita Pak Harto). Kehidupan dan latar belakang beliau secara jelas ditunjukkan, sehingga kesuksesan hasil pembangunan sampai dengan pertengahan masa Orba telah dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama keberhasilan dalam mencapai swasembada beras, program KB, maupun kemampuan pemerintah dalam mengatasi inflasi di saat akhir Orde Lama. Dua topik yang saya rasa terlewatkan, atau mungkin sengaja oleh penulis tidak dicantumkan dalam buku ini adalah masalah Timor Timur dan peran serta Bu Tien. Hanya sedikit sekali topik mengenai bekas propinsi termuda ini diulas, apalagi bila dibandingkan dengan bahasan bidang ekonomi dan yayasan-yayasan Soeharto; itupun lebih cenderung dihubungkan sebagai “prestasi” dari mantan presiden Habibie. Cerita tentang Bu Tien juga hanya tersebar merata dalam beberapa bab buku ini, tanpa ada tulisan khusus membahas peran penting ibu negara yang telah mendukung Pak Harto dengan setia selama hidupnya. Mungkinkah bu Wati menganggap kedua topik ini kurang penting, ataukah memang tidak sengaja terlewatkan, atau barangkali karena keterbatasan Pak Harto dalam menceritakan kembali masa-masa tersebut, yang terpenting bagi saya, buku ini telah membantu dalam memahami bagaimana seorang anak desa, tumbuh menjadi remaja yang kemudian berhasil menjadi penguasa terlama sejak Indonesia merdeka, sampai pada akhirnya mengakhiri kejayaanya secara tragis, namun beliau tetap dapat menerimanya dengan penuh “legowo”. Mengutip pesan yang disampaikan dosen bahasa Jepang saya, sesaat sebelum saya pamitan untuk kembali ke tanah air, “hal baik yang telah kamu dapat disini, sampaikanlah dan kabarkanlah kepada rekan-rekan dan masyarakat (Indonesia) disana; namun hal buruk yang kamu dapat, cukuplah kamu ketahui untuk dirimu sendiri” (Kinoshita Tetsuo, Mar 2006), jadi apapun pandangan anda terhadap Pak Harto, marilah kita sejenak berdoa untuk ketenangan arwah beliau, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt. Amiiiiin.
a morning ...
rutinitas pagi, diawali bangun pagi, boil the water, matikan lampu mess, rapikan tempat tidur n kamar beserta isinya yang pastinya berantakan apalagi klo malamnya pulang rada telat, hehehehe ... pagi ini, sambil nyemir sepatu PDL n nunggu kopi rada dingin, “we talk about today’s plan”. Seperti biasa, kegiatan setelah apel pagi hari rabu-kamis adalah kurve, kurve, n kurve, jadi ya ga usah mandi dulu juga gpp, toh nanti juga keringetan, n pasti mandi lagi, makanya mendukung program pemerintah untuk penghematan di segala bidang, n save the ecology, hehehe. Then as usual, sebelum go to office, sarapan dulu di kantin koperasi. Ibu yang jualan pasti dah hapal klo ada 2 perwira baru yang datang sekitar jam 9an dengan tampang kelaparan, pasti pesannya ga jauh-jauh dari pecel, nasi urap, plus “our favourite”, peyek udang n air jeruk anget. And as usual too, seperti sering terjadi di pagi-pagi lainnya, ada saja senior yang berbaik hati mentraktir sarapan kami, terima kasih Bang!.
Thursday, January 19, 2006
Fujikyuu Higland
singkat cerita, setelah 3jam perjalanan dengan kereta, akhirnya kita sampai, dan sesuai dugaan, ga ada pengunjung !!! perlu diketahui, Fujikyuu Highland ini adalah taman bermain semacam Dufan, jadi ada macam2 atraksi khas, seperti jet coaster tertinggi dan terpanjang di dunia, Fujiyama; coaster tercepat didunia, Dodonpa(see pic); dan macam2 lainnya deh ... di musim panas, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang dalam sehari, n baut naik satu atraksi saja, bisa2 ngantri sampai 3-4 jam!!
nah, tujuan pertama kita adalah Fujiyama, jet coaster dengan puncak tertingginya 80 m .. asli serem, apalagi pas naik tanjakan pertama, wuihhh, lama banget (plus ngeri lagi) dan, memang bener, pas kereta mulai meluncur, asli ngeri ... klo sama yg di Dufan sih ngga ada apa2nya, hehehe ... lama permainan sekitar 8 menit, dengan panjang track sekitar 2100 m.
tapi, setelah itu hujan (plus salju) turun ... terpaksa deh, niat buat menaklukan Dodonpa diundur, kita ke Gundam Ride, trus rumah hantu (total route 700 m) yg katanya serem, tapi kami malah keluar sambil cekakak-cekikikan ... habis makan siang, hujan ndak kunjung reda ... mampir dulu di bianglala, n main tembak2an laser .. sekitar jam setengah 3, hujan reda. kamipun langsung menuju Dodonpa, namun pengunjung yg lainya jgua berpikiran sama. jadi deh, harus ngantri 2jam-an buat naik atraksi yg cuman makan waktu kurang dari semenit (hehehe, gimana ngga, lha wong tuh kereta dalam waktu 5 detik "dilempar" sehingga mencapai kecepatan 175km/h) jadi inget pas naik F-15 dulu, heheheh, mirip2 sih, cuman kali ini kita ngga pakai helm, n bukan di kokpit, shg rada kerasa perih jg dimata.
kesan dari Fujikyuu Highland:PUAS!!! n atraksinya menantang ... sayang banget, jet coaster barunya masih akan selesai musim panas tahun ini, (padahal akhir maret dah harus balik ke Indonesia). pingin ke sana lagih ... hmmm, pokoknya yg ada kesempatan main ke jepun, n maniak ama jet coaster, wajib deh ke sini .. dijamin ketagihan
Tuesday, January 10, 2006
Kyoto Journey
Happy New Year !!
akhirnya, setelah menanti selama hampir 5 tahun, datang juga kesempatan buat jalan2 ke Kyoto. sebenarnya, jalan2 ini sejadinya mau dilaksanakan setelah acara ski, namun kok waktunya mepet, jadinya yah, apa boleh buat ... orang jepang pada ngrayain Christmas, saya n Isa, dengan biaya yg mepet, nyempat2in ke kyoto(plus osaka n nagoya)
24 desember
start dari shibuya, dengan 18 kippu, menuju sasaran pertama nagoya ... karena gempa dan salju, keberangkatan kereta sempat tertunda selama sejam, namun apa boleh buat, namanya juga pingin murah, setiap kereta yg ada dinaiki, asalkan bisa secepatnya sampai di Nagoya. tiba di Nagoya, langsunglah menuju istana, foto2, muter2 dikit, n balik lagi ke stasiun buat ngejar kereta ke Osaka ... namun kali ini pun, salju menghambat perjalanan. kami tiba di Osaka sekitar jam 9 malam, dimana hampir semua toko dah hampir tutup, yah ... terpaksa deh ...
25 desember
perkiraan bahwa Kyoto akan sepi karena Christmas, ternyata salah ... stasiun bis tetap penuh penumpang, dan orang2 berjubel antri didepan loket masuk kuil. rute yg diambil: sta.Kyoto-Kiyomizu Tera-Gion(daerah geisha)-Ginkakuji-Kinkakuji. selama muter Kyoto, memang puas dgn pemandangan n foto2, but sayangnya ngga ketemu maiko seorang pun, hiks ... jam 7 malam, suhu udara sekitar 4 C, perjalanan pulang dimulai.
26 desember
kereta ekspress seharga 510 yen tiba di yokohama jam 4 pagi n terpaksa harus menunggu selama sejam agar bisa naik kereta jurusan yokosuka. ....tidur.... bangun sekitar sore, persiapan berangkat ski, walah..
Thursday, December 15, 2005
Desember 2005
masuk bulan Desember ini, di akademi dah gila2an dinginnya ... bahkan 2 hari lalu, sempat turun salju, meski ngga sampai numpuk ... tapi itu khan aneh, lah wong akademinya berada dibagian sisi timur jepang, yg notabene bisa dibilang "hangat" bila dibanding ama daerah yg berbatasan langsung dgn laut jepang, hmmm, brrrrr ...
memang ngga heran sih, gunung Fuji juga dah bersalju sejak awal bulan November lalu(the pic was taken from my room, 3rd floor), tapi kok yah skr jadi dingin banget kayak gini .. mo lari2 bisa bikin sesakh napas, but klo ngga lari, nih lipid bisa2 ngga terkontrol nanti ...
just can't wait for winter vacation ... nagano, i'm coming